Tuesday, 6 December 2011

Tersebutlah 1 nama yang mengingatkan aku kepada makna redha. Kehidupan seorang hamba Allah yang tidak disuap hidupnya, kehidupannya hanya berdiri diatas kaki sendiri. Dia pernah bersemuka dengan aku suatu ketika, dari riak wajahnya terlihat kesucian dan keikhlasan. matanya mampu merenung tajam kearahku seperti mengingatkan sesuatu. aku tahu wajah itu, wajah yang mengingatkan kepada dia yang sudah lama pergi meninggalkan hidup sepinya. Dia hampir berputus asa dan hilang keredhaan kepada yang Maha Esa . orang yg hilang dari hidupnya itu adalah yg paling disayangi, ttapi dia tabah menghadapainya.

Lukanya mungkin kembali pabila melihatkan wajahku, teringatkn dia yang sudah lama menatap ilahi.mungkin mukaku persis dia. kata-kata dia bermain di benak fikiranku, "Jangan kamu semua pernah hilang redha kepada Allah". aku tahu ia memberi makna yang sangat mendalam kepada
dirinya. aku masih melihat gerak gerinya, bait-bait kata-katanya, seperti dahulu sering bersoal dan mengadu dengan Allah.

Harapan yang kian menjulang bertemankan orang yang dikasihi, kini merintih sepi. keintiman bersamanya hanya dia rasai . wajahnya mungkin ceria sentiasa,tetapi hatinya remuk kdangkala.
aku mungkin tidak merasai kehilangan orang yang tersayang,
tetapi aku ingin belajar dari kehidupan itu. kehidupan yang tabah menghadapai
onak duri perit yang menikam. supaya hari yang bakal menanti aku dapat tepis dengan redha.



Mulai saat itu ,aku mengangkat tanganku mengadu "ya-rabbi ,ya-latif. apakah suatu hari nanti aku bersedia menghadapi saat kau mencabut nyawa orang yang paling aku cintai dan sayangi, sudahkah kau berbekalkan aku jiwa yang kental untuk menghadapi hari-hari malap itu".
aku berdoa dalam kesepian, dalam kesepian itu aku tahu, aku bertutur kata dengan
Allah, dan Allah akan menunjukkan jalan selamat bagiku.

aku sedar, satu hari nanti aku akan berada jauh dari mereka. mereka yang mengajar aku merangkak,berjalan, dan berlari.mereka yang berikan didikan supaya lebih cintakan ukhrawi daripada duniawi. mereka yang menghiasi aku dengan akhlak yg baik. aku memohon kepadaNya agar harapan aku ketika kami berjauhan tidak langsung mengecewakan. berjalan dengan keteguhan iman dan taqwa, berlari mengejar Allah.

aku bertekad memulakan hidup dengan yang sukar terlebih dulu, diteruskan yang senang.


harap aku rela melalui detik2 kehidupan sepertimana kehidupan telah mengajar erti kemanisan perpisahan.



No comments:

Post a Comment